๐Ÿฅญ KULINER FERMENTASI TRADISIONAL

Tempoyak Durian

Tempoyak adalah daging buah durian yang diberi garam lalu difermentasi dalam wadah tertutup pada suhu ruang. Dalam ETNOSTATS-AR, proses fermentasinya dipakai sebagai konteks belajar uji t berpasangan, dengan data penelitian sungguhan tentang kadar asam laktat selama fermentasi.

Tempoyak Durian
๐Ÿฅญ Kuliner Tradisional โ€ข Melayu Sumatra dan Kalimantan

๐Ÿ“– Tentang Tempoyak

Menurut detikKalimantan (2025), tempoyak dibuat dari daging durian yang dicampur garam sangat sedikit (sekitar 1,3%) lalu difermentasi di wadah tertutup pada suhu ruang. Lama fermentasinya ditulis berbeda dalam satu artikel yang sama: 3 sampai 6 hari, sekitar 7 hari, dan 3 sampai 5 hari untuk sambal. pH-nya dilaporkan 3,8 sampai 4,6.

๐Ÿ“ Asal Budaya

detikKalimantan menyebut tempoyak sebagai makanan khas Melayu di Sumatra dan Kalimantan, dikenal di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, juga di Lampung, Bengkulu, Jambi, Palembang, Sumatera Barat, dan Aceh. Dipakai untuk sambal, gulai, sayur asam, pepes ikan, dan tempoyak goreng. Tempoyak disebut awet hingga sekitar satu tahun, sedangkan sambal tempoyak paling lama sekitar tiga bulan.

๐Ÿ“Š Tempoyak dan Etnostatistik

Selama fermentasi, bakteri asam laktat mengubah gula menjadi asam. Kadar asam laktat dapat diukur pada hari yang sama untuk dua perlakuan, misalnya tanpa dan dengan tambahan gula. Pengukuran pada hari yang sama itu membentuk pasangan data, sehingga cocok untuk uji t berpasangan.

๐Ÿ“š Tempoyak dan Uji t Berpasangan

Materi Level 14: membandingkan dua pengukuran yang berpasangan.

๐Ÿฅญ Data Asli, Bukan Simulasi

Halaman ini memakai data asli dari penelitian Yuliana (2007, Universitas Lampung), bukan simulasi. Karena penelitian itu menguji tempoyak dengan starter bakteri Pediococcus acidilactici, garam 5%, dan tambahan gula, hasilnya bukan gambaran tempoyak tradisional yang hanya diberi garam, dan bukan data khas Kalimantan Barat. Itu sebabnya judul halaman ini hanya "Tempoyak Durian". Konteks budaya Kalimantan Barat tetap dari artikel detikKalimantan.

๐Ÿ”Ž Data Asli dari Sumber

Keterangan penelitian yang dilaporkan sumber.

KeteranganDilaporkanSumber
Tempat penelitianJurusan Teknologi Hasil Pertanian, Universitas LampungYuliana, 2007
Bahan dan perlakuan80 g daging durian per perlakuan, garam 5% (b/b), inokulum Pediococcus acidilactici 5% (v/b), sukrosa 0%, 2,5%, dan 5% (b/b); wadah tertutup, suhu kamarYuliana, 2007
Rancanganrancangan acak kelompok faktorial, tiga kelompok percobaan; lama fermentasi 0, 2, 4, dan 6 hariYuliana, 2007
Pengukuran asam laktatHPLC, hanya pada perlakuan gula 0% dan 5%; jumlah ulangan untuk data HPLC tidak disebutYuliana, 2007
Temuan penulisgula sampai 5% belum memengaruhi pH, total asam, dan gula reduksi; tetapi memengaruhi asam laktat dan asam asetat. Makin lama fermentasi, pH dan gula reduksi turun, total asam naikYuliana, 2007
Hasil akhirpH akhir 3,9 sampai 4,14; total asam naik dari rata-rata 3,79 menjadi 23,94 mg asam malat/g berat keringYuliana, 2007
Catatan penulispada hari ke-0 sudah ada perbedaan karena pengamatan dilakukan beberapa jam setelah fermentasi dimulaiYuliana, 2007
Garam dan lama (tradisional)garam sekitar 1,3%; fermentasi 3 sampai 6 hari (di bagian lain sekitar 7 hari); pH 3,8 sampai 4,6detikKalimantan, 2025

๐Ÿงช Kadar Asam Laktat per Hari

Asam laktat (ppm, HPLC) pada hari fermentasi yang sama untuk dua perlakuan. Setiap baris adalah satu pasangan. Angka disalin dari teks artikel; penulis tidak menuliskan simpangan baku atau jumlah ulangan untuk data ini.

Hari fermentasiTanpa gula, 0% (ppm)Gula 5% (ppm)
0199,90119,80
2415,80180,90
4513,03448,90
6369,70312,60

๐Ÿ“ Konsep Uji t Berpasangan

๐Ÿ“– Kapan Dipakai

Uji t berpasangan membandingkan dua pengukuran yang saling terkait, misalnya objek yang sama diukur dua kali, atau dua perlakuan yang dicocokkan pada titik yang sama. Di sini pasangannya adalah hari fermentasi yang sama. Yang dianalisis adalah selisih tiap pasangan, d = xโ‚ โˆ’ xโ‚‚.

๐Ÿ“Œ Hipotesis

Hโ‚€: ฮผd = 0, rata-rata selisih nol.
Hโ‚: ฮผd โ‰  0 (dua arah).
Taraf signifikansi ฮฑ = 0,05, simpangan baku selisih dengan pembagi n โˆ’ 1.

๐Ÿงฎ Rumus

t = dฬ„ / (sd / โˆšn), derajat bebas db = n โˆ’ 1.
Selang kepercayaan 95%: dฬ„ ยฑ tkritis ร— sd/โˆšn.
Ukuran efek: dz = dฬ„ / sd.

โœ… Asumsi

Selisih antar pasangan saling bebas dan mendekati normal (Level 6). Dua asumsi ini lemah pada data ini: empat hari fermentasi berasal dari rangkaian waktu yang sama dan bukan sampel acak, dan n = 4 terlalu kecil untuk menilai kenormalan.

๐Ÿงฎ Langkah Menghitung

Dihitung dari data asli di atas. Ini hitungan latihan atas angka penelitian, bukan analisis yang dilakukan penulisnya.

HariTanpa gulaGula 5%d = selisihd โˆ’ dฬ„(d โˆ’ dฬ„)ยฒ
0199,90119,8080,10โˆ’28,96838,54
2415,80180,90234,90125,8415836,33
4513,03448,9064,13โˆ’44,932018,48
6369,70312,6057,10โˆ’51,962699,58
Jumlahโ€“โ€“436,23021392,93

๐Ÿ“– Hasil

dฬ„ = 436,23 / 4 = 109,06 ppm
sd = โˆš(21392,93 / 3) โ‰ˆ 84,45
Galat baku = 84,45 / โˆš4 โ‰ˆ 42,22
t = 109,06 / 42,22 โ‰ˆ 2,58, db = 3
Nilai p dua arah โ‰ˆ 0,082; nilai t kritis (ฮฑ = 0,05, db = 3) = 3,182
Selang kepercayaan 95%: 109,06 ยฑ 3,182 ร— 42,22 = [โˆ’25,3 ; 243,4] ppm

Karena p > 0,05 dan selang memuat 0, Hโ‚€ tidak ditolak: data ini tidak cukup untuk menyimpulkan rata-rata selisih berbeda dari nol.

๐Ÿ“ˆ Ringkasan Hasil

109,1
Rata-rata selisih (ppm)
2,58
Statistik t (db = 3)
0,082
Nilai p (dua arah)
1,29
Ukuran efek dz

๐Ÿ“– Tidak Signifikan Bukan Berarti Tidak Ada Beda

Selisih rata-ratanya 109 ppm dan dz = 1,29, efek yang besar menurut kebiasaan. Namun dengan n = 4 (db = 3), nilai t kritisnya tinggi (3,18), sehingga selisih baru dianggap signifikan jika dz โ‰ฅ sekitar 1,59. Selang kepercayaannya sangat lebar, dari โˆ’25 sampai 243 ppm: data ini cocok dengan tidak ada beda, tetapi juga cocok dengan beda yang besar. Hasil tidak signifikan di sini lebih menunjukkan daya uji yang rendah daripada bukti bahwa gula tidak berpengaruh.

๐Ÿ”ฌ Memeriksa Kekokohan Hasil

Apa yang berubah jika asumsi atau data sedikit digeser.

Skenariondฬ„ (ppm)tdbpSelang 95% (ppm)
Semua hari (0, 2, 4, 6)4109,12,5830,082โˆ’25 sampai 243
Tanpa hari ke-03118,72,0420,178โˆ’131 sampai 369

๐Ÿ—“๏ธ Hari ke-0

Penulis menyebut pengamatan hari ke-0 sudah dilakukan beberapa jam setelah fermentasi dimulai, dan perbedaan gula sudah ada saat itu. Membuangnya membuat n = 3 dan selang kepercayaan makin lebar. Kesimpulannya tetap: tidak signifikan.

๐ŸŽฏ Satu Hari Mendominasi

Selisih terbesar (234,9 ppm) terjadi pada hari ke-2, sedangkan tiga selisih lainnya antara 57,1 dan 80,1 ppm. Satu pasangan yang menonjol membuat simpangan baku selisih besar, dan uji Shapiro-Wilk atas keempat selisih menghasilkan p = 0,024, jadi kenormalan selisih patut diragukan (walau n = 4 membuat uji ini lemah).

๐Ÿ“Š Uji Peringkat

Keempat selisih bernilai positif. Uji Wilcoxon bertanda peringkat eksak hanya dapat menghasilkan p minimum 0,125 (dua arah) pada n = 4, jadi uji non-parametrik pun tidak bisa signifikan pada ฮฑ = 0,05 dengan n sekecil ini.

๐Ÿ”ข Berapa n yang Cukup?

Hanya sebagai ilustrasi: jika efek sebenarnya sebesar dz teramati (1,29), daya uji dengan n = 4 sekitar 0,43, dan n = 7 pasangan diperlukan untuk daya sekitar 0,80. Taksiran efek dari n = 4 sangat tidak pasti, jadi angka ini bukan prediksi.

๐Ÿ“‰ Diagram Data Asli

Diagram pertama menunjukkan asam laktat naik lalu turun, bukan naik terus, sehingga regresi garis lurus tidak cocok. Diagram kedua menunjukkan selisih per hari dan rata-ratanya.

๐Ÿ’ก Interpretasi Data

๐Ÿ“– Temuan Pembelajaran

Pada data penelitian ini, perlakuan tanpa gula selalu memiliki asam laktat lebih tinggi daripada gula 5% di keempat hari, dengan selisih rata-rata 109 ppm. Uji t berpasangan memberi p โ‰ˆ 0,082, tidak signifikan pada ฮฑ = 0,05. Hasil ini sejalan dengan teks penulis bahwa gula mengubah komposisi asam organik, tetapi uji t ini tidak membuktikan atau membantahnya.

Keterbatasan. (1) n = 4, daya uji rendah. (2) Empat hari berasal dari satu rangkaian fermentasi dan bukan sampel acak; pasangan hari berdekatan tidak sepenuhnya bebas. (3) Jumlah ulangan dan simpangan baku asam laktat tidak dilaporkan, jadi nilai kemungkinan merupakan rata-rata. (4) Fermentasi memakai starter Pediococcus acidilactici, garam 5%, dan gula, berbeda dari tempoyak tradisional, dan penelitiannya dilakukan di Lampung. (5) Angka diambil dari teks artikel, bukan dari data mentah. (6) Selisih berpola naik-turun mengikuti waktu, jadi rata-rata selisih hanya ringkasan kasar. (7) Dua arah, ฮฑ = 0,05, dipilih untuk latihan. (8) Hasil ini tidak menggambarkan tempoyak Kalimantan Barat.

๐Ÿฝ๏ธ Kuliner Terkait

11 kuliner lain dalam koleksi ETNOSTATS-AR.

๐Ÿ”Ž Sumber dan Catatan Data

๐Ÿ“š Rujukan

Yuliana, N. (2007). Perubahan karakteristik biokimia fermentasi tempoyak menggunakan Pediococcus acidilactici pada tiga tingkat konsentrasi gula. AGRITECH, 27(2), 82–88. journal.ugm.ac.id (PDF: unduh)

detikKalimantan. (2025, 15 Oktober). Ini Tempoyak, Fermentasi Durian Khas Kalimantan yang Unik dan Lezat. detik.com

Catatan: angka asam laktat pada tabel adalah data asli dari penelitian Yuliana (2007), diambil dari teks artikel dan diperiksa terhadap PDF-nya. Perhitungan uji t berpasangan, selang kepercayaan, ukuran efek, uji Shapiro-Wilk, uji Wilcoxon, dan perkiraan daya uji adalah hitungan latihan atas angka itu, bukan analisis yang dilakukan penulis, dan tidak boleh dikutip sebagai temuan penelitian. Data berasal dari Lampung dengan starter bakteri, garam 5%, dan gula tambahan, sehingga tidak mewakili tempoyak tradisional atau tempoyak Kalimantan Barat. Sumber detik sendiri tidak konsisten soal lama fermentasi (3–6, sekitar 7, dan 3–5 hari). Tidak ditemukan tabel numerik fermentasi tempoyak dari Kalimantan Barat. Penelitian lain (Marwati dkk., 2024, durian lai Kalimantan Timur; Swestyani dan Hujjatusnaini, 2024, tempoyak Dayak Kalimantan Tengah) tidak dipakai untuk hitungan karena angkanya tidak cukup atau tidak konsisten, dan saya tidak membacanya sendiri sampai tuntas.

๐Ÿ“ฑ Integrasi ETNOSTATS-AR

Pindai marker untuk menampilkan objek kuliner dan diagram statistiknya dalam Augmented Reality, lalu pelajari materi uji t berpasangan di Level 14.