Manugal merupakan kegiatan membuat lubang tanam pada lahan yang telah dibersihkan dan dibakar. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh laki-laki menggunakan alat tradisional yang disebut tugal sebelum proses penanaman padi.
Manugal adalah kegiatan membuat lubang tanam pada lahan pertanian menggunakan alat tugal yang terbuat dari kayu. Lubang-lubang tersebut nantinya akan diisi benih padi pada tahap berikutnya yang dikenal sebagai Manungkan.
Tradisi Manugal masih dilakukan oleh masyarakat Dayak Taman di Kapuas Hulu. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam siklus pertanian ladang yang diwariskan secara turun-temurun.
Dalam tradisi Manugal, laki-laki biasanya berjalan berbaris sambil membuat lubang tanam menggunakan tugal. Pola kerja ini membuat proses pembuatan lubang menjadi lebih cepat dan teratur, terutama pada ladang yang luas.
Masyarakat biasanya menjaga jarak antar lubang tanam agar tidak terlalu rapat dan tidak terlalu jauh. Secara tradisional, jarak yang digunakan kurang lebih sekitar sejengkal tangan sebagai acuan praktis di lapangan.
| Lubang Tanam | Jarak Antar Lubang |
|---|---|
| Lubang 1 | 18 cm |
| Lubang 2 | 20 cm |
| Lubang 3 | 22 cm |
| Lubang 4 | 19 cm |
| Lubang 5 | 21 cm |
Meskipun masyarakat menggunakan acuan sekitar sejengkal tangan, jarak antar lubang tanam tidak selalu sama persis. Perbedaan kecil tersebut merupakan contoh variasi data yang dapat dipelajari dalam statistika.
Berdasarkan data contoh, jarak terkecil
antar lubang tanam adalah:
18 cm
Jarak ini masih berada dalam kisaran
yang dapat diterima oleh masyarakat
untuk penanaman padi ladang.
Berdasarkan data contoh, jarak terbesar
antar lubang tanam adalah:
22 cm
Perbedaan ini menunjukkan bahwa
pengukuran tradisional tidak selalu
identik tetapi tetap memiliki pola
yang relatif seragam.
Variasi data menunjukkan adanya perbedaan nilai dalam suatu kumpulan data. Pada kegiatan Manugal, variasi terjadi karena setiap lubang dibuat secara manual menggunakan tugal sehingga jaraknya dapat sedikit berbeda.
Diagram berikut memperlihatkan variasi jarak antar lubang tanam yang dibuat oleh masyarakat saat melakukan Manugal.
Tradisi Manugal menunjukkan bahwa konsep pengukuran telah diterapkan dalam kehidupan masyarakat sejak lama. Meskipun tidak menggunakan alat ukur modern, masyarakat memiliki pedoman tradisional untuk menjaga jarak tanam agar pertumbuhan padi tetap optimal. Melalui pendekatan etnostatistika, peserta didik dapat memahami hubungan antara budaya lokal dan konsep pengukuran dalam statistika.
Data menunjukkan bahwa jarak antar lubang tanam berada pada kisaran yang relatif berdekatan yaitu antara 18 cm hingga 22 cm. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pola kerja yang cukup konsisten saat membuat lubang tanam meskipun dilakukan secara manual di lapangan. Konsep ini dapat digunakan untuk memahami pengukuran, variasi data, dan penyajian data numerik dalam statistika.
Scan marker Manugal menggunakan
ETNOSTATS-AR untuk mempelajari proses
pembuatan lubang tanam tradisional
masyarakat Dayak Taman dan konsep
statistika berbasis budaya.
Materi yang dapat dipelajari:
✅ Pengukuran Data
✅ Variasi Data
✅ Data Numerik
✅ Diagram Sebaran
✅ Etnostatistika Berbasis Budaya
Tradisi Manugal menunjukkan bahwa
pengaturan jarak tanam telah diterapkan
oleh masyarakat secara turun-temurun
untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi
yang baik.